Hubungan Tanpa Status

Ini merupakan salah satu tulisan lama saya, daripada bercerai berai di fesbuk, mari kita satukan disini :

terinspirasi oleh kultwit yang diberikan oleh seseorang saya juga mau menuangkan tulisan mengenaiHTS, disini saya tidak bermaksud menyindir, tulisan ini berdasarkan pengalaman, curcolan, pengamatan dan baca buku..kalo ada yang kurang boleh di tambahin 🙂

Banyak istilah yang berkembang dalam sebuah hubungan dimana 2 orang ingin bersama , tapi tidak ada komitmen untuk saling setia, jadi berhak ”melirik” orang lain..jaman sekolah dulu disebut HTS (Hubungan Tanapa Status), trus berkembang menjadi TTM (Teman Tapi Mesra) karena lagu yang dipopulerkan oleh MAIA, dewasa ini berubah lagi karena fesbuk yaitu Open Relationship..

saya disini membicarakan hubungan sepasang manusia bukan dalam konteks pernikahan

Banyak alasan yang dipilih seseorang dalam menjadali hubungan HTS

  1.  masih mau “milih-milih” atau mencari orang lain yang dirasa tepat
  2.  hubungan jarak jauh (LDR) dijadikan alasan agar pasangan boleh dekat dengan orang lain di kota tempat ia tinggal

Orang yang menjalani HTS biasanya adalah orang-orang yang takut komitmen, punya masalah emosional dan merasa dikecewakan oleh pasangan terdahulu

Hubungan ini juga sebenernya berkomitmen kalo mw kita bahas lebih jauh -> berkomitmen untuk membiarkan pasangan HTS kita “bebas”, apapun itu konsekuensinya

setiap hubungan yang kita  jalani pasti punya rule-nya sendiri-sendiri, sama seperti orang pacaran,HTS juga punya konsekuensi, tanggung jawab dan peraturan tidak tertulis tentang apa yang boleh dan tidak boleh

jangan menyalahkan orang yang menjalankan hubungan ini takut berkomiten, karena bagi mereka hubungan seperti ini yang dirasa pas dan cocok dengan dirinya saat itu, kesepakatan menjalani hubungan ini juga dilakukan oleh 2 belah pihak

Mungkin awalnya kita berpikir menjalani hubungan seperti ini enak, ga ada beban dan gak ada status yang mengikat, tapi itu hanya di awal saajaaaa…buaanyaaak banget hal yang membuat HTS itu lebih berat dari orang yang pacarann..beneraaann deeehh

Yang paling banyak terjadi dalam HTS adalah CEMBURU

rule-nya kan pasangan boleh ”bebas” sama yang lain, tapi kalo udah sayang, ato memikirkan si ’dia‘ sama orang lainn, passttiii timbul deh gejolak jiwa dalam diri

banyak orang yang merasa mampu menjalani HTS, mereka tidak memikirkan kecemburuan pasanganHTSnya..

CEMBURU = marah + takut + sakit + cemas + kelelahan emosional + sedih + iri + perasaan tidak berdaya + perasaan takut ditinggalkan

mungkin kalo orang pacaran kita bisa bilang kalo kita CEMBURU tapi dalam HTS ga boleh tuh bilang cemburu, kenapa?? karena komitmen awal tadi yang membolehkan pasangan ‘bebas’ dengan yang lain

sekali dua kali terjadi masiih bisa di pendem sendiri, tapi tapi tapi namanya juga manusia kan juga ada batasnya, pastii deehh nanti lama-lama meledak jugaa, mau meninggalkan pasangan HTS pun jadi serba salah, di satu sisi pengen ngelepasin tapi disisi lain takut ditinggalkan..nah terjadi konflik deehh dalam diri kita..mw tau rasanya??gak enaakk bangeettt

dalam cemburu kan ada perasaan takut ditinggalkan kalau si ‘dia’ menemukan orang yang lebih disukainya, sehingga bisa saja kita ditinggalkan sewaktu-waktu

atau disaat ‘orang lain’ itu ada, kita harus mendengarkan ceritanya tanpa bisa protes kita CEMBURU, kan HTS, kita harus mendengarkan sepenuh hati dan akan merasakan sakit sepenuh hati juga disaat yang sama

nah biasanya nih kalo salah satu pasangan sudah mulai merasa ’takut kehilangan’, tanpa sadar dia akan mulai menuntut hal-hal seperti pada orang pacaran umumnya *apa sih emangnya?? saya gak pernah pacaran jadi gak tau deh :p

Tuntutan-tuntutan itu bisa seperti pasangan harus ngabarin lagi dimana, sama siapa, ngapain, gak boleh deket sama si itulah, gak boleh begini gak boleh begitu lahh

Tuntutan ini berawal dari TERLANJUR SAYANG yang tercipta dan perasaan ingin memiliki

nah masalah mulai muncul ketika salah satu mulai menuntut dan lainnya merasa terganggu dengan tuntutan-tuntutan yang ada dan merasa gak nyaman dengan hubungannya

tuntutan ini membuat hubungan semakin renggang dan pasangan semakin menjauh, dan bisa saja kita ditinggalkan begitu saja

Sakitnyaa saat ditinggalkan pasangan HTS ini bisa lebih sakit dari orang putus cintaaaa..kalo gak percaya cobain aja sendiri, pokoknya harus percaya *maksa

Selama HTs kita udah mati-matian disiksa sama cemburu, takut ditinggalkan dan persaan ngarep di angkat jadi pacaar eehh ditinggalin aja gituu…kadang juga ga ada omongan baik-baiknya, atau kalo ditanya ‘kan kita ga ada status’..nah lhoooo

rasa ditinggal pasangan HTS itu = merasa di buang + merasa gak dianggep + merasa tidak dicintai + merasa tidak dihargai + dll

Biasanya yang ngerasain ini semua adala kaum hawa aka perempuan bin wanita, kenapa?? tau kan teori cinta wanita bisa dibangun atau cinta datang karena biasa, kalo kata orang jawa ’witing tresno jalaran soko kulino’ *maap kalo tulisannya salah

wanita itu lebih mudah jatuh cinta dibandingkan lelaki

Nahh berdasarkan apa yang sudah saya sampaikan, kalo gak siap mental untuk kemungkinan terburuk mendingan gak usah deh HTSan

Cinta memang tidak pernah salah, yang salah adalah kenapa meletakkannya dalam koridor Hubungan Tanpa Status *tssaaaahhh bisa juga gw ngomong gini*

Cinta itu bukan untuk menyakiti kan?? hidup kan memang sebuah pilihan, HTS juga menjadi pilihan bagi sebagian orang

Leave a comment